Woensdag, 29 Mei 2013

Andi Dolphin



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kondom tidak hanya mencegah kehamilan, tetapi juga mencegah penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS. Kondom akan efektif apabila pemakaiannya baik dan benar. Selain itu, kondom juga dapat dipakai bersamaan dengan kontrasepsi lain untuk mencegah PMS.

B.     Tujuan Penulisan
Mengetahui pengertian dan ruanglingkup dalam jenis kontrasepsi Kondom










BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Kondom
Kondom merupakan selubung/sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), plastik (vinil) atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis saat berhubungan. Kondom terbuat dari karet sintetis yang tipis, berbentuk silinder, dengan muaranya berpinggir tebal, yang digulung berbentuk rata. Standar kondom dilihat dari ketebalannya, yaitu 0,02 mm.
B.     Jenis Kondom
Ada beberapa jenis kondom, diantaranya:
  1. Kondom biasa.
  2. Kondom berkontur (bergerigi).
  3. Kondom beraroma.
  4. Kondom tidak beraroma.
Kondom untuk pria sudah lazim dikenal, meskipun kondom wanita sudah ada namun belum populer.
C.    Cara Kerja Kondom
Alat kontrasepsi kondom mempunyai cara kerja sebagai berikut:
  1. Mencegah sperma masuk ke saluran reproduksi wanita.
  2. Sebagai alat kontrasepsi.
  3. Sebagai pelindung terhadap infeksi atau tranmisi mikro organisme penyebab PMS.

D.    Efektifitas Kondom
Pemakaian kontrasepsi kondom akan efektif apabila dipakai secara benar setiap kali berhubungan seksual. Pemakaian kondom yang tidak konsisten membuat tidak efektif. Angka kegagalan kontrasepsi kondom sangat sedikit yaitu 2-12 kehamilan per 100 perempuan per tahun.
E.     Manfaat Kondom
Indikasi atau manfaat kontrasepsi kondom terbagi dua, yaitu manfaat secara kontrasepsi dan non kontrasepsi.
Manfaat kondom secara kontrasepsi antara lain:
  1. Efektif bila pemakaian benar.
  2. Tidak mengganggu produksi ASI.
  3. Tidak mengganggu kesehatan klien.
  4. Tidak mempunyai pengaruh sistemik.
  5. Murah dan tersedia di berbagai tempat.
  6. Tidak memerlukan resep dan pemeriksaan khusus.
  7. Metode kontrasepsi sementara
Manfaat kondom secara non kontrasepsi antara lain:
  1. Peran serta suami untuk ber-KB.
  2. Mencegah penularan PMS.
  3. Mencegah ejakulasi dini.
  4. Mengurangi insidensi kanker serviks.
  5. Adanya interaksi sesama pasangan.
  6. Mencegah imuno infertilitas.
F.     Keuntungan Kondom
1.      Keuntungan kondom secara kontrasepsi antara lain:
a.      Efektif bila pemakaian benar.
b.      Tidak mengganggu produksi ASI.
c.       Tidak mengganggu kesehatan klien.
d.      Tidak mempunyai pengaruh sistemik.
e.      Murah dan tersedia di berbagai tempat.
f.        Tidak memerlukan resep dan pemeriksaan khusus.
g.      Metode kontrasepsi sementara
2.      Keuntungan  kondom secara non kontrasepsi antara lain:
a.      Peran serta suami untuk ber-KB.
b.      Mencegah penularan PMS.
c.       Mencegah ejakulasi dini.
d.      Mengurangi insidensi kanker serviks.
e.      Adanya interaksi sesama pasangan.
f.        Mencegah imuno infertilitas

G.    Prosedur Kerja
Prosedur Kerja
1.      Persiapan kondom terlebih dahulu dengan membuka bungkusan sedikit. yang harus di ingati bahwa kondom jangan sampai terjatuh karena bisa membawa kuman masuk ke dalam tubuh.
2.      Kondom harus di sarungkan sampai kangkal penis, apabila selesai berhubungan maka hati-hati untuk mencopotkondom dari penis karena sperma bisa tertumpah.
3.      Kondom harus di sarungkan sampai kangkal penis, apabila selesai berhubungan maka hati-hati untuk mencopotkondom dari penis karena sperma bisa tertumpah.
4.      Buanglah ke dalam tung sampah dengan membungkus dengan tisu atau kertas agar tidak di permaikan oleh anak-anak.

H.    Keterbatasan Kondom
Alat kontrasepsi metode barier kondom ini juga memiliki keterbatasan, antara lain:
1.      Efektifitas tidak terlalu tinggi.
2.      Tingkat efektifitas tergantung pada pemakaian kondom yang benar.
3.      Adanya pengurangan sensitifitas pada penis.
4.      Harus selalu tersedia setiap kali berhubungan seksual.
5.      Perasaan malu membeli di tempat umum.
6.      Masalah pembuangan kondom bekas pakai.

I.       Penilaian Klien
Klien atau akseptor kontrasepsi kondom ini tidak memerlukan anamnesis atau pemeriksaan khusus, tetapi diberikan penjelasan atau KIE baik lisan maupun tertulis. Kondisi yang perlu dipertimbangkan bagi pengguna alat kontrasepsi ini adalah:
Baik digunakan
Tidak baik digunakan
Ingin berpartisipasi dalam program KB
Mempunyai pasangan yang beresiko tinggi apabila terjadi kehamilan
Ingin segera mendapatkan kontrasepsi
Alergi terhadap bahan dasar kondom
Ingin kontrasepsi sementara
Menginginkan kontrasepsi jangka panjang
Ingin kontrasepsi tambahan
Tidak mau terganggu dalam persiapan untuk melakukan hubungan seksual
Hanya ingin menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan
Tidak peduli dengan berbagai persyaratan kontrasepsi
Beresiko tinggi tertular/menularkan PMS

J.      Kunjungan Ulang
Saat klien datang pada kunjungan ulang harus ditanyakan ada masalah dalam penggunaan kondom dan kepuasan dalam menggunakannya. Apabila masalah timbul karena kekurangtahuan dalam penggunaan, maka sebaiknya informasikan kembali kepada klien dan pasangannya. Apabila masalah yang timbul dikarenakan ketidaknyamanan dalam pemakaian, maka berikan dan anjurkan untuk memilih metode kontrasepsi lainnya.
K.    Penanganan Efek Samping
Di bawah ini merupakan penanganan efek samping dari pemakaian alat kontrasepsi kondom.
Efek Samping Atau Masalah
Kondom rusak atau bocor sebelum pemakaian
Buang dan pakai kondom yang baru atau gunakan spermisida
Kondom bocor saat berhubungan
Pertimbangkan pemberian Morning After Pil
Adanya reaksi alergi
Berikan kondom jenis alami atau ganti metode kontrasepsi lain
Mengurangi kenikmatan berhubungan seksual
Gunakan kondom yang lebih tipis atau ganti metode kontrasepsi lain

















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kondom merupakan selubung/sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), plastik (vinil) atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis saat berhubungan. Kondom terbuat dari karet sintetis yang tipis, berbentuk silinder, dengan muaranya berpinggir tebal, yang digulung berbentuk rata.
Pemakaian kontrasepsi kondom akan efektif apabila dipakai secara benar setiap kali berhubungan seksual. Pemakaian kondom yang tidak konsisten membuat tidak efektif. Angka kegagalan kontrasepsi kondom sangat sedikit yaitu 2-12 kehamilan per 100 perempuan per tahun.

B.     Saran
Sebelum pemakain kondom, terlebih dahulu memeriksa keamanan dan kualitas kondom tersebut.









DAFTAR PUSTAKA
Bambangguru. 2008. AIDS. bambangguru.wordpress.com/2008/12/01/aids/#more-301 diunduh 28 Feb. 2010, 08:45 PM
kondomku.com/page_3 diunduh 28 Feb. 2010, 10:25 PM.
Saifuddin, BA. 2008. Buku Panduan
Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. (Bagian Kedua MK 17- MK 21).
swish.org.uk/?q=sex_info/condoms diunduh 28 Feb. 2010, 08:40 PM.
thebody.com/content/art12636.html diunduh 28 Feb. 2010, 10:21 PM